Wednesday, 9 June 2010

mata saya

mata saya dua, agak sipit2 dikit, gak tau dapet dari mana mengingat wong tuwo saya gak ada yang sipit.
mata saya coklat warnanya, brown eyed girls. digunakan untuk melihat dan belajar.
mata saya dulu hanya melihat kesebuah tempat, selama 16 tahun hanya tempat itu saja. sebenarnya juga melihat tempat lain, tapi tak secara langusng.
mata saya tiba-tiba lebihb terbuka saat tiba ditempat lain, tiba ditempat yang dulu hanya saya saksikan di televisi, merasakan perbedaan, pengalaman, yang pada akhirnya membuat mata agak sipit saya terbuka sedikit lebar.
mata saya, dulu melalui mata saya saya berpikir bahwa semua orang didunia sama. cara hidupnya, kulutralnya,
eh ternyata, sekarang setelah mata saya melihat tempat ini, mata saya memberi saya pelajaran yang sangat berharga: bahwa perbedaan itu indah.
mata saya kini tak hanya melihat, tapi juga tersenyum. tersenyum atas anugerah yang diberikan untuk melihat sisi lain dunia, sisi lain yang mata saya akhirnya diperbolehkan untuk melihat.
mata saya dulunya agak sipit, tapi sekarang lebih membesar.
terkadang mata saya terseenyum, terkadang juga sendu, terkadang terbelalak, terkadang merengut, terkadang menyimpan rahasia.
mata saya yang memberi saya pelajaran, mata saya yang selalu memberikan pengalaman.
mata saya dua, warnannya coklat. sekarang tak sesipit dulu, kelopaknya telah membesar, walaupun tak sebesar punya ibu sya.